Jumat, 19 Oktober 2012
Kamis, 24 Mei 2012
4 LANGKAH MENJADI GURU KREATIF DAN INTELEKTUAL
Ditulis AYUNDARI
Guru Sekolah Dasar Negeri
Jatiguwi 02
Kecamatan Sumberpucung
Kabupaten Malang
Kali
ini saya akan mencoba menuliskan tentang kondisi yang membuat seorang guru bisa
dan mampu menjadi kreatif dan
intelektual , tanpa harus menggunakan metode-metode pembelajaran yang terbaru
,, tetapi berdasarkan kreatifitas yang berasal dari hati dan rasio sederhana tanpa harus terpancang pada
teori-teori yang susah untuk dicernah ....
Ada
4 cara menjadikan seorang guru kreatif
1. Ciptakan
susasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional dan intelektual
Terkdang siswa punya banyak pertanyaan dibenaknya,
tetapi ada semacam perasaan malu dan takut, dikira bodoh jika melontarkan
pertanyaan. Sebagai guru, kerja keras kita salah satunya adalam menciptakan
kelas yang memberik keamanan secara emosional bagi siswa. Memang agar menjadi
siswa yang percaya diri mereka perlu mengambil resiko, tetapi di lingkungan
yang tidak mendukung kenyamanan secara emosional, siswa akan berpikir 1000 kali
untuk mau bertanya dan berpendapat.
Anda juga bisa membuat peraturan kelas yang isinya
antara lain ‘Tidak boleh merendahkan atau meremehkan pendapat orang lain’
Jangan lupa anda juga memberi contoh dahulu kepada siswa untuk mengucapkan
terima kasih dan menhargai untuk setiap pertanyaan, atau pendapat dari siswa
anda. Jika ini terjadi dikelas anda dijamin kelas akan berubah menjadi kelas
yang setiap individu didalamnya salaing mendukung dan mudah untuk berkolaborasi
dalam berpengetahuan.
Tidak hanya sampai disitu saja, kelas yang membuat
guru menjadi guru kreatif semestinya juga aman secara intelektual. Siswa bisa
mandiri dan mengerti dimana letak alat tulis, dikarenakan semua hal dikelas
sudah disiapkan dengan rapi dan
terorganisir. Siswa tahu apa yang harus dikerjakan dikarenakan intruksi penugasan yang jelas oleh guru. Tidak
hanya jelas tetapi juga menantang dengan demikian siswa bisa mengekpresikan
kemampuannya dalam mengerjakan tugas yang guru berikan.
2. Ukur dengan
hati, seberapa besar keterlibatan siswa dalam tugas yang anda berikan.
Saya jadi ingat sebuah pertanyaan yang bersifat
reflektif mengenai cara kita mengajar dan membelajarkan siswa. Pertanyaan nya
begini “Jika saya adalah murid saya sekarang, seberapa senang saya diajar oleh
guru seperti saya? “
Seorang guru yang ahli mampu menciptakan suasana kelas
yang aktif dalam pembelajaran di kelas yang diajarnya dalam presentasi
keterlibatan yang penuh alias 100 persen. Artinya, misalkan seorang guru
mengajar selama 40 menit, maka selama 40 menit itu pulalah, siswa belajar
dengan aktif dan terlibat penuh dalam pembelajaran.
Tentu tidak dalam semalam semua guru bisa 100 persen menciptakan kelas yang aktif. Namun
membutuhkan latihan dan latihan. Tetapi jalan kesana akan lebih cepat
apabila kita mau jujur bertanya pada
diri sendiri “Seberapa besar siswa aktif atau terlibat penuh dalam pembelajaran
yang saya lakukan?”.
3. Sisa waktu
terakhir yang menentukan
Jadikan menit
terakhir pembelajaran anda untuk merangkum, berbagi atau berefleksi mengenai
hal yang siswa sudah lakukan selama pembelajaran.
Bagilah menjadi dua pertanyaan besar, misalnya bagian
mana yang paling berat dilakukan dan susah dimengerti. Pertanyaan selanjutnya,
pengetahuan baru apa yang kamu dapatkan hari ini? Dengan demikian membuat siswa
berdialog dengan dirinya sendiri mengenai proses belajar yang telah
dilakukannya.
4. Ciptakan
budaya menjelaskan, bukan budaya asal menjawab dengan betul.
Ciri-ciri sebuah pertanyaan yang baik adalah
pertanyaannya hanya satu tetapi mempunyai jawaban yang banyak. Bandingkan
dengan jenis pertanyaan yang hanya mempunyai satu jawaban. Hal yang terjadi
siswa akan berlomba menjawab dengan benar dengan segala cara. Termasuk
mencontek misalnya.
Sebagai guru budayakan pola perdebatan atau percakapan
akademis di kelas kita. Saat mendengarkan rekan mereka berbicara dan
berargumen, mereka akan belajar memilih dan membandingkan pendekatan atau cara
yang orang lain lakukan untuk menjawab sebuah masalah yang guru berikan.
Sebagai guru saat memberikan soal berikanlah siswa
beberapa peluang kemungkinandalam menjawab sebuah soal. Misalnya soal yang
bapak berikan ini punya tiga alternative, bisa kah kamu menemukan ketiga-tiganya?
Apabila dari ke 4 langkah itu bisa kita lakukan , maka dapatlah kita
menilai apakah tugas kita sebagai seorang guru dapat disebut kreatif dan
intelektual. Karena setiap langkah dan tindakan kita untuk memaksimalkan tugas
dan kewajiban sebagai seorang guru haruslah selalu kita nilai mulai diri sendiri. Dan hasil kemampuan dan
perubahan sikap, pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki siswa.
SEMOGA BERMANFAAT.
Pembelajaran Tematik
Pembelajaran Tematik merupakan pembelajaran bermakna bagi siswa. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu. Oleh karena itu, guru harus merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual yang menjadikan proses pembelajaran lebih efektif.
Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema, sehingga siswa memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan, selain itu, dengan penerapan pembelajaran tematik disekolah dasar akan sangat membantu siswa, hal ini dilihat dari tahap perkembangan siswa yang, masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan.
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa, Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang emnjadi pembicaraan, Dengan tema diharapkan akan memberikan keuntungan, diantaranya :
- Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu.
- Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama.
- Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.
- Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa.
- Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan maka belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.
- Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk memgembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain.
- Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan dapat dipersiapkan sekaligus diberikan dalam dua atau tiga kali pertemuan, sedangkan selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial dan pengayaan.
Menurut Kunandar (2007) pembelajaran tematik memiliki kelebihan yaitu :
- Menyenangkan karena berangkat dari minat dan kebutuhan peserta didik.
- Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
- Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna.
- Mengembangkan keterampilan berfikir anak didik sesuai dengan persoalan yang dihadapi.
- Menumbuhkan keterampilan sosial melalui kerja sama.
- Memiliki sikap toleransi komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
- Menyajikan kegiatan yang bersifat nyata sesuai dengan persoalan yang dihadapi dalam lingkungan peserta didik.
Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik ada hal-hal yang perlu dilakukan, beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan seperti berikut :
A. Pemetaan Kompetensi Dasar
Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standart kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kegiatan yang dilakukan adalah :
1. Penjabaran standart kompetensi dan kompetensi dasar kedalam indikator
- Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal berikut :Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
- Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.
- Dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan dapat diamati.
2. Menentukan tema
Dalam menentukan tema yang bermakna, kita harus memperhatikan dan mempertimbangkan pemikiran konseptual, pengembangan keterampilan dan sikap, sumber belajar, hasil belajar yang terukur dan terbukti, kesinambungan tema, kebutuhan siswa, keseimbangan pemilihan tema, serta aksi nyata, antara lain :
- Pemikiran konseptual, tema yang baik tidak hanya memberikan fakta-fakta kepada siswa. Tema yang baik bisa mengajak siswa untuk menggunakan keterampilan berpikir yang lebih tinggi.
- Pengembangan keterampilan dan sikap. apakah tema yang sudah disepakati bisa mengembangkan keterampilan siswa. Misalnya, keterampilan berfikir, berkomunikasi, sosial, eksplorasi, mengorganisasi, dan pengembangan diri. Pembentukan sikap juga harus bisa di akomodasi dalam pilihan tema, seperti sikap menghargai, percaya diri, kerja sama, komitmen, kreativitas, rasa ingin tahu, berempati, antusias, mandiri, jujur, menghormati dan toleransi.
- Kesinambungan Tema. Kath Murdock (1998) dalam bukunya Clasroom Connection-Strategies for Integrated Learning menjelaskan bahwa tema yang baik bisa mengakomodasi pengetahuan awal yang dimiliki siswa sebelum belajar tentang sesuatu yang baru. Pengetahuan awal itu tentu sudah dipelajari siswa sebelumnya.
- Materi Belajar Utama dan Tambahan. Materi dan sumber pembelajaran tematik biasa kita bagi menjadi dua sumber dan materi, yaitu utama dan tambahan. Contoh sumber atau materi belajar utama adalah para ahli atau orang-orang yang mempunyai profesi atau kompetensi dasar dalam bidang terentu, tempat-tempat yang bisa dipelajari, suasana belajar didalam kelas, lingkungan, komunitas, dan kesenian. Sedangkan musik, materi audio visual, literature, progam computer, dan internet adalah sumber materi pembelajaran tambahan bagi siswa. Dengan demikian, pemlihan tema harus juga memperhatikan kesediaan kedua sumber belajar itu.
- Terukur dan Terbukti, Guru juga perlu memperhatikan hasil pembelajaran apa yang akan siswa capai dalam pembelajaran tematik. Apa yang bisa siswa kerjakan dalam proses pembelajaran tematik. Perlu juga menunujukkan bukti-bukti itulah yang dinilai guru dan dicatat sebagai bukti bagaimana siswa menguasai tema yang diajarkan. Yang pada akhirnya akan dijadikan bahan evaluasi dan laporan kepada orang tua siswa.
- Kebutuhan Siswa, dalam memilih tema, guru perlu memperhatikan kebutuhan siswa. Apakah tema yang kita pilih bisa menjawab kebutuhan siswa. secara kognitif, Gardner (2007 ) dalam bukunya Five Minds For The Future menyebutkan bahwa manusia pada era informasi ini harus dibekali lima cara berfikir, yaitu : pikiran yang terlatih, terampil, dan disiplin, pikir mensintesis; pikiran mencipta; pikiran merespek, dan pikiran etis. Apakah tema yang dipilih sudah bisa membekali siswa dengan lima cara berfikir untuk masa depan. Kebutuhan siswa yang lain bisa juga dilihat melalui perkembangan psikologi (imajinasi), perkembangan motorik, dan perkembangan kebahasaan siswa.
- Keseimbangan Pemilihan Tema. Seperti telah dijelaskan diatas bahwa pembelajaran yang cocok dengan pembelajaran terpadu adalah pembelajaran tematik. Dalam satu tahun pembelajaran biasanya siswa bisa mempelajari 5-6 tema. Para guru hendaknya bisa memilih tema yang bisa mengakomodasi mata pelajaran bahasa, ilmu sosial, lingkungan, kesehatan, dan sains saja, tetapi tema-tema lain yang bervariasi.
- Aksi Nyata. Pembelajaran tematik hendaknya tidak hanya lengembangkan pengetahuhan dan sikap siswa, namun juga bisa membimbing siswa untuk melakukan aksi yang bermanfaat. Aksi yang dilakukan siswa akan memperkaya siswa dengan pengetahuan lain serta memberikan dampak bagi kehidupan orang lain dan lingkungan dimana siswa hidup.
3. Identifikasi dan analisis standart kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator.
Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap standar kompetensi, kompetensi dasar dan indicator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua kompetensi, kompetensi dasar dan indikator terbagi habis.
B. Menetapkan Jaringan Tema
Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu.
C. Penyusunan Silabus
Hasil seluruh proses yang dilakukan pada tahap-tahap sebelumya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus.
D. Penyusunan Rencana Pembelajaran
Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
Setelah tahap persiapan dilakukan, maka selanjutnya akan dipaparkan tahap pelaksanaan pembalajaran terpadu. Adapun tahap pelaksanaan pembelajarannya meliputi :
a. Kegiatan Pendahuluan / awal
Pada tahap ini dapat dilakukan panggilan terhadap anak tentang tema yang disajikan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah, bercerita, kegiatan fisik/jasmani, dan dan menyanyi.
b. Kegiatan inti
Kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca, tulis hitung. Penyajian bahan pembelajaran dialakukan dengan menggunakan strategi / metode yang bervariasi dan dapat dilakuakn secara klaksikal, kelompok kecil, ataupun perorangan.
c. Kegiatan penutup
Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Beberapa contoh kegiatn penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan atau mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan, mendongeng, membacakan cerita dari buku, pantomime, pesan-pesan moral, musik / apresiasi musik.
Pengaturan jadwal pelajaran
Untuk memudahkan administrasi disekolah terutama dalam penjadwalan. Guru bersama dengan guru mata pelajaran lain ( yang tidak dipadukan ) perlu bersama-sama menyusun jadwal pelajaran.
Implikasi Pembelajaran Tematik
Dalam implementasi pembelajaran tematik disekolah dasar mempunyai implikasi yang mencakup :
- Implikasi bagi guru
- Implikasi bagi siswa
2.Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi dan aktif.
- Implikasi terhadap sarana, prasarana,sumber balajar dan media.
2.Pembelajaran ini perlu memanfaatkan bebagai sumber balajar, baik yang didesain secara khusus maupun yang tersedia dilingkungan,
3.Pembeajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran bervariasi dan
4.Pembelajaran ini masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada atau bila memungkinkan untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar terintegrasi.
- Implikasi terhadap pengaturan ruangan.
2.Susunan bangku bisa berubah-ubah.
3.Perta didik tidak harus selalu harya duduk dikursi, tetapi dapat duduk ditikar atu dikarpet.
4.Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik didalam maupun diruangan.
5.Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber balajar.
6.Alat, sarana, sumber belajar hendaknya dikelola dengan baik.
- Implikasi terhadap pemilihan metode
Selasa, 22 Mei 2012
| PROGRAM KERJA KKG GUGUS III / JATGUWI-SUMBERPUCUNG | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| SEMESTER II | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| TAHUN PELAJARAN 2011-2012 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| NO | JENIS KEGIATAN | TUJUAN | SASARAN | TARGET/HASIL | PELAKSANAAN | KET | |||||||||||||||||||||||||||||
| Jan-12 | Feb-12 | Mar-12 | Apr-12 | Mei-12 | Jun-12 | ||||||||||||||||||||||||||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||||
| 1 | Menganalisa SK | Meningkatkan | Guru Kelas dan | Materi Pokok | |||||||||||||||||||||||||||||||
| dan KD KTSP | kemampuan guru | guru mata pelaja- | pembelajaran | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Menentukan | dalam menjabar- | ran | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| materi pokok pem | kan SK dan KD | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| belajaran | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2 | Membuat Silabus | Meningkatkan | Guru kelas dan | Silabus | |||||||||||||||||||||||||||||||
| kemampuan guru | guru mate pelaja- | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| dalam membuat | ran | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| silabus | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 3 | Menyusun silabus | Meningkatkan | Guru kelas 1, 2 | Silabus Tematik | |||||||||||||||||||||||||||||||
| pembelajaran | kemampuan guru | dan 3 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| tematik | dalam menyusun | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| silabus pembela- | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| jaran tematik | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 4 | Menyusun RPP | Meningkatkan | Guru kelas 1, 2 | RPP tematik | |||||||||||||||||||||||||||||||
| Tematik | kemampuan guru | dan 3 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| dalam menyusun | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| RPP tematik | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 5 | Membuat RPP | Meningkatkan | Guru kelas dan | RPP | |||||||||||||||||||||||||||||||
| kemampuan guru | guru mata pelaja- | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| dalam membuat | ran | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| RPP | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 6 | Menentukan SKM | Meningkatkan | Guru kelas dan | SKM dan KKM | |||||||||||||||||||||||||||||||
| dan KKM | kemampuan guru | guru mata pelaja- | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| dalam menentu- | ran | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| kan SKM, KKM | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 7 | Membuat program | Meningkatkan | Guru kelas dan | Buku program | |||||||||||||||||||||||||||||||
| pengajaran | kemampuan guru | guru mata pelaja- | pengajaran | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| dalam membuat | ran | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| program pengaja- | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ran | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 8 | Membuat soal | Meningkatkan | Guru kelas dan | Bank Soal/ LKS | |||||||||||||||||||||||||||||||
| evaluasi | kemampuan guru | guru mata pelaja- | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| dalam membuat | ran | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| soal evaluasi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| NO | JENIS KEGIATAN | TUJUAN | SASARAN | TARGET/HASIL | PELAKSANAAN | KET | |||||||||||||||||||||||||||||
| Jan-12 | Feb-12 | Mar-12 | Apr-12 | Mei-12 | Jun-12 | ||||||||||||||||||||||||||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||||
| 9 | Membuat dan | Meningkatkan | Guru kelas dan | Alat peraga IPA | |||||||||||||||||||||||||||||||
| menggunakan alat | kemampuan guru | guru mata pelaja- | IPS | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| peraga | dalam membuat | ran | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| dan menggunakan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| alat peraga | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 10 | Membuat | Meningkatkan | Guru Kelas | Administrasi | |||||||||||||||||||||||||||||||
| Administrasi kelas | kemampuan guru | Kelas | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| dalam membuat | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| administrasi kelas | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 11 | Menyusun | Meningkatkan | Guru Kelas | Progr`m BP | |||||||||||||||||||||||||||||||
| program BP | kemampuan guru | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| dalam menyusun | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| program BP | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 12 | Simulasi mengajar | Meningkatkan | Guru kelas dan | Keterampilan | |||||||||||||||||||||||||||||||
| kemampuan guru | guru mata pelaja- | mengajar | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| dalam mengajar | ran | dengan menggu- | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| nakan metode | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| CLE | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 13 | Workshop | Meningkatkan | Guru kelas dan | Keterampilan | |||||||||||||||||||||||||||||||
| kemampuan guru | guru mata pelaja- | mengajar dengan | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| dalam memberikan | ran | menggunakan | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| pengalaman bela- | berbagai metode | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| jar kepada siswa | pembelajaran | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| PAKEM | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 14 | Seleksi Calistung | Meningkatkan | Siswa kelas 1, 2 | Utusan masing | |||||||||||||||||||||||||||||||
| prestasi dan | dan 3 | masing kelas | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| kemampuan siswa | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 15 | Kegiatan Lomba | Meningkatkan | Siswa kelas 1 - 6 | Prestasi Siswa | |||||||||||||||||||||||||||||||
| motivasi prestasi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| kemampuan siswa | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| dan guru | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kegiatan Akhir | Meningkatkan | Guru dan siswa | Kreasi guru | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| tahun | kreatifitas siswa | dan siswa, | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| dan guru | kesenian | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 16 | Simulasi pembe- | Meningkatkan | Guru kelas dan | Guru terlatih | |||||||||||||||||||||||||||||||
| lajaran mengguna- | kemampuan | guru mata pelaja- | menggunakan | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| kan media elktro- | kompetensi guru | ran | media elektronik | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| nik seperti OHP, | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| VCD player, LCD | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Komputer | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| NO | JENIS KEGIATAN | TUJUAN | SASARAN | TARGET/HASIL | PELAKSANAAN | KET | |||||||||||||||||||||||||||||
| Jan-12 | Feb-12 | Mar-12 | Apr-12 | Mei-12 | Jun-12 | ||||||||||||||||||||||||||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||||
| 17 | Menyusun kisi- | Meningkatkan | Guru kelas dan | Bank Soal/LKS | |||||||||||||||||||||||||||||||
| kisi soal ulangan | kemampuan guru | guru mata pelaja- | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| semester | dalam menyusun | ran | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| kisi-kisi soal | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| evaluasi bahan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| harian, penilaian | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| proses dan poprto | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| folio | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 18 | Melaksanakan | Meningkatan | Kepsek | Tartib UASBN | |||||||||||||||||||||||||||||||
| kegiatan UASBN, | kemampuan guru | Guru kelas 6 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| panitia UASBN, | dalam melaksana | pengawas | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| mengawas/meme | kan UASBN | pemeriksa | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| riksa | penilaian hasil | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| belajar siswa | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 19 | Menyusun Prog- | Meningkatkan | Guru kelas dan | Buku Laporan | |||||||||||||||||||||||||||||||
| ram penilaian | kemampuan guru | guru mata pelaja- | Hasil Belajar | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| hasil belajar | dalam melaksana | ran | Siswa | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Melaksanakam | kan penilaian hasil | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ULUM/ UKK | belajar siswa | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Melaksanakan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| apresiasi seni | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 20 | Melaksanakan | Meningkatkan | Guru kelas dan | Buku Laporan | |||||||||||||||||||||||||||||||
| kegiatan PLH | kemampuan guru | guru mata pelaja- | Pembelajaran | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| dalam melaksana | ran | PLH | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| kan program PLH | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 21 | Pencerahan Awal | Menjalankan | Kepsek | Progr am kerja | |||||||||||||||||||||||||||||||
| Tahun pelajaran | fungsi, peran | Guru kelas | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2011-2012 | tugas dengan baik | guru mate pelaja | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| ran | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Mengetahui | Jatguwi, 17 Januari 2012 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kepala SD Negeri Jatiguwi 02 | Ketua KKG | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| EDY MUNASIB, S.Pd | EDY MUNASIB, S.Pd | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| NP. 19560613 197907 1 001 | NP. 19560613 197907 1 001 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
Langganan:
Postingan (Atom)